Top of Form Bottom of Senin Wage, 11 November 2013 Berita Utama 25 Januari 2009 Pendekar Tiongkok di Tanah Jawa (2-Habis) Saling Pengaruh Silat dan Kungfu SEPENINGGAL Louw Djing Tie, muncul pendekar-pendekar muda kungfu dengan penguasaan ilmu yang cukup tinggi. Mereka kebanyakan para singkek dan pernah menimba ilmu pada perguruan-perguruan kungfu di daratan China, antara lain Lo Ban Teng, Djie Siauw Foe, dan Khong A Djong. Lo Ban Teng lahir di Cio bee, Hokkian pada 1886. Dia murid Yoe Tjoen Gan yang beraliran siauw lim ho yang pay. Saat remaja, Ban Teng pernah berlayar ke Semarang dan tinggal di Kampung Selan. Namun, lantaran tak punya pekerjaan jelas, dia pulang ke negeri asalnya. Pada 1927, lelaki dengan bekas luka di dahi itu kembali datang ke Semarang. Terpikat gadis bernama Go Bin Nio, Ban Teng memutuskan tinggal menetap. Pada 1931 Ban Teng pernah menyelenggarakan tjing pie say atau demo untuk mencari jawara kungfu. ...
ASAL MULA ILMU SILAT TIONG HOA DI PULAU JAWA (1) Karya ini disadur dari karya tulisan Bpk Yosef Widadya dari Media Sinergi Bangsa, Edisi Perdana 1998. Dan ditulis kembali oleh: Tony, bagi rekan-rekan yang ingin menambahkan informasi bisa email ke kami di malang.tradisional_kungfu@yahoo.com Terima kasih untuk semuanya !! Perantauan Tiong Hoa selain berdagang juga beberapa di antaranya membawa bekal ilmu silat yang spesifik, yaitu yang kita kenal dengan beberapa nam, ada yang menyebutnya: Kun Thau, Buge, Kuo Shu, Gi Siau, Pun Shu, Kang Hu, Chien Su, dan lain-lain. Dan akhir-akhir ini lebih di kenal dengan nama Kung Fu / Wu Shu, sedangkan bentuk olahraga dari Kung Fu (Kung Fu Sport) sekarang di kenal dengan nama Wu Shu. Seingat penulis, waktu dahulu lebih sering disebut Kun Thau, Bagaimana pada masa itu ilmu silat Tionghoa terkenal dengan sebutan Kunthau ? Sedang arti dari perkataan Kunthau sendiri adalah kepalan tangan. Apakah ada nilai sejarah yang menyokong kata tersebut ...
RM. Sunardi Suryodiprojo (03 Apr 1914 - 05 Jun 1985) SATURDAY, JULY 5, 2014 Artikel tentang RM. Sunardi (Romo Nardi atau Den mas Nardi) "BAGAIMANA MENJADI SAKTI DI JAMAN MODERN" di Berita Nasional Mingguan No: 9 Minggu ke 1, bulan Juni 1974 "Di perguruan 'Tunggal Hati', yang dipimpin oleh RM Sunardi (64 th) hanya ada 3 tingkat. Sedang 'Merpati Putih', yang dipimpin oleh Purwoto HP yang pernah menjadi murid RM Sunardi, mengenal 6 tingkat." ------------------------- RM. Sunardi Suryodiprojo (03 Apr 1914 - 05 Jun 1985), atau yang lebih dikenal dengan Romo Nardi dan Den Mas Nardi, adalah tokoh silat tradisional di daerah Yogyakarta. Beliau mulai memasuki dunia Silat pada saat telah menyerap ilmu "Reti Ati" tepatnya pada tahun 1927. Den Mas Nardi (RM Sunardi Suryodiprojo) bersama Den Pono (R. Mangkupujono) dan R. Murkilat Sidik menimba ilmu tersebut, berguru pada R. Djayusman di kampung P...
Komentar
Posting Komentar